1. Tujuan

    Meningkatkan ekonomi keluarga dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar bagi PMKS Tuna sosial dan Korban Perdagangan Orang.

  2. Pelaksanaan Kegiatan

    Mentransfer bantuan sosial dalam bentuk Uang melalui Rekening LKS untuk kemudian disalurkan sepenuhnya kepada Rekening Tuna sosial dan Korban Perdagangan Orang, dengan tahapan sebagai berikut:

    1. Rapat koordinasi
    2. Verifikasi data
    3. Pengolaahan data
    4. Pembekalan Pendamping
    5. Pemberian bantuan dan pendampingan
    6. Supervisi.

  3. Kriteria Penerima Bantuan

    1. Gelandangan dan Pengemis
      • Hidup tidak sesuai dengan norma kehidupan masyarakat,
      • Tidak mempunyai tempat tinggal,
      • Usia 18-59 tahun,
      • Menggelandang
      • Tidak mempunyai pekerjaan tetap,
      • Tidak mempunyai identitas diri,
      • Bertempat tinggal di gubuk-gubuk liar, di bawah jembatan atau gerbong kereta api atau sejenisnya, bekerja dengan cara meminta-minta
    2. Tuna Susila
      • Wanita
      • Pernah bekerja sebagai penjual jasa seks,
      • Berada di daerah lokalisasi,
      • Hasil rujukan dari Pemerintah/lembaga dan masyarakat atau hasil penjangkauan petugas,
      • Usia 18 s/d 59 tahun,
      • Berasal dari keluarga yang rentan sosial ekonomi,
      • Dengan kesadaran sendiri datang ke lembaga pelayanan sosial,
      • Tidak mengidap penyakit berat dan menular, kecuali penyakit kelamin
    3. Orang dengan HIV-AIDS
      • ODHA,
      • Membawa resume status HIV dari layanan VCT,
      • Membawa surat keterangan status kesehatan terkini dari dokter,
      • Berusia 18 s/d 59 tahun,
      • Tidak aktif menggunakan narkoba dan Tidak menyandang permasalahan ganda terkait dengan kejiwaan,
      • Tidak mampu secara ekonomi dan sosial
    4. Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP)
      • Usia 18-59 tahun
      • Memiliki KTP dan KK
      • Telah selesai menjalani bimbingan di Bapas dan Lapas dengan dibuktikan Surat Lepas
      • Miskin dan Rawan Ekonomi
      • Penididikan min SLTA
      • Diluar Kasus Narkoba, korupsi, Pencabulan, Pemerkosaan
      • Sehat jasmani dan rohani tidak mengidap penyakit kronis dan menular
      • Tidak mempunyai penghasilan tetap
      • Tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat sekitarnya
      • Memiliki potensi dan kemampuan yang dapat dikembangkan untuk memperbaiki hidupnya
      • Memiliki komitmen yang tinggi dalam memanfaatkan bantuan untuk mengubah perilakunya.
    5. Korban Perdagangan Orang dan Korban Tindak Kekerasan
      • Usia 18-59 tahun,
      • Warga negara Indonesia/warga negara asing di Indonesia,
      • Korban memenuhi salah satu unsur identifikasi baik proses, cara maupun tujuan,
      • Korban ditrafik/diperdagangkan di dalam negeri maupun di luar negeri

  4. Pendamping Kegiatan

    1. Pendamping TS dan KPO dari Dinas Sosial
    2. Pendamping TS dan KPO dari LKS

  5. Indikator Keberhasilan

    1. Gelandangan dan Pengemis
      • Berubahnya tingkah laku dengan Tidak kembali menjadi gepeng dan pemulung
      • Meningkatnya kepercayaan diri dan harga diri
      • Mampu berfungsi secara sosial dengan mempunyai usaha mandiri
      • Meningkatnya peran aktif dimasyarakat melalui kembali keluarga dan kampung halaman
    2. Tuna Susila
      • Adanya perubahan perilaku untuk tidak kembali menjadi WTS,
      • Adanya perubahan sikap untuk mengahrgai pernikahan yang sah dan sesuai dengan norma,
      • Mempunyai penghasilan yang halal melalui usaha produktif
    3. Orang Dengan HIV-AIDS
      • Meningkatnya Harapan Hidup yg lebih panjang,
      • Meningkatnya kesehatan dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi,
      • Meningkatnya kebutuhan akan akses terhadap kesehatan,
      • Meningkatnya perasaan aman,
      • Meningkatnya kemampuan sosial dengan mempunyai usaha mandiri,
      • Meningkatnya penerimaan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap ODHA,
      • Hilangnya stigma dan diskriminasi bagi ODHA baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat.
    4. Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP)
      • Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi dari masyarakat,
      • Meningkatnya kemampuan untuk menjaring kerjasama dengan masyarakat,
      • Meningkatnya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi sosial,
      • Meningkatnya kepercayaan diri, rasa tanggung jawab dan ketaatan terhadap peraturan hukum,
      • Meningkatnya kemandirian dengan mempunyai usaha mandiri
    5. Korban Perdagangan Orang dan Korban Tindak Kekerasan
      • Terpenuhinya kebutuhan dasar, rasa aman dan hak-hak hidup perempuan korban trafiking,
      • Perempuan korban trafiking sembuh dari trauma dan pulih kepercayaan dirinya sehinga dapat melaksanakan peran dan fungsi sebagaimana mestinya di keluarga (Keluarga pengganti) dan masyarakat secara wajar,
      • Memiliki kemampuan untuk usaha mandiri agar tidak kembali menjadi korban trafiking