LATAR BELAKANG DAN SEJARAH BERDIRINYA PSTW MINAULA

Keberhasilan pembangunan membawa peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, sehingga usia harapan hidup meningkat. Kondisi positif tersebut membawa konsekuensi dengan meningkatnya jumlah penduduk, termasuk lanjut usia. Pemberian pelayanan sosial kepada lanjut usia perlu memperhatikan dua hal yaitu pertama lanjut usia sebagai satu tahap siklus perkembangan manusia. Kedua, lanjut usia sebagai manusia mempunyai berbagai dimensi, baik jasmani, rohani, sosial, dan ekonomi. Pemberian pelayanan sosial kepada lanjut usia perlu dilakukan oleh berbagai pihak melalui lembaga-lembaga sosial dengan tenaga pemberi pelayanan yang terlatih agar kualitas pelayanan dapat terjamin mutunya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial lanjut usia, Departemen Sosial RI, cq. Direktorat Pelayanan Sosial Lanjut Usia yang secara fungsional mempunyai tugas pokok dan fungsi menetapkan kebijakan pelayanan sosial lanjut usia memandang perlu mengembangkan dan melakukan berbagai program pelayanan sosial lanjut usia, baik program pelayanan yang berbasis lembaga/ panti, pelayanan berbasis keluarga, maupun pelayanan berbasis masyarakat.

Permasalahan sosial lanjut usia terlantar di Provinsi Sulawesi Tenggara populasinya sangat banyak. Bahkan cenderung meningkat sebagai akibat dari pada peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia pada umumnya. Hal ini akan membawa dampak semakin besarnya beban yang harus di tanggung oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah dalam upaya penyediaan sarana dan prasarana pelayanan sosial serta fasilitas lainnya bagi kesejahteraan sosial lanjut usia.

Guna mengantisipasi permasalahan yang dimaksud maka atas inisiatif Kepala Kantor Wilayah Departemen Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara langsung melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial RI. Untuk itu maka Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial telah menggariskan satu pola pembinaan kesejahteraan sosial lanjut usia dengan sistem pembinaan dalam panti. Oleh karena itu pada tahun 1979/1980 dibangunlah sebuah panti yang khusus untuk memberikan pelayanan terhadap lanjut usia terlantar, dengan nama Panti Sosial Tresna Werdha “Minaula” Kendari.

PSTW “Minaula” Kendari ini terletak di Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Akses dari Bandara Haluoleo cukup strategis dengan jarak tempuh 15 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu juga akses menuju pusat Kota Kendari dapat ditempuh kurang lebih 30 menit.

PSTW “MINAULA” Kendari yang dulunya bernama Sasana Tresna Werdha ini diresmikan oleh Menteri Sosial RI Bapak Saparjo, pada tanggal 07 Desember 1981 dengan jumlah lanjut usia yang waktu itu disantuni sebanyak 20 orang. Akhirnya pada tahun 1994/1995 Sasana Tresna Werdha ini berubah nama menjadi Panti Sosial Tresna Werdha “MINAULA” Kendari dengan jumlah santunan menjadi 100 orang. Dan dalam operasionalnya bertanggungjawab kepada Menteri Sosial RI melalui Kepala Kantor Wilayah Departemen Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara. Selanjutnya dalam era otonomi daerah PSTW “MINAULAU” Kendari ini berubah nama menjadi UPTD PSTW “MINAULA” Kendari yang dalam operasionalnya bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawes Tenggara dengan jumlah santunan turun menjadi 90 orang lanjut usia disesuaikan dengan kemampuan daerah, hal tersebut berdasarkan peraturan Gubernur Prov. SULTRA NO. 72 tanggal 09 Desember 2008.

 

Dalam perkembangan selanjutnya akhirnya UPTD PSTW “MINAULA” Kendari pembinaannya dikembalikan kepada Pemerintah Pusat yakni Kementerian Sosial RI sehingga sejak tanggal 01 Januari 2013 UPTD PSTW “Minaula” Kendari berubah nama menjadi UPT PSTW “MINAULA” Kendari yang dalam operasionalnya bertanggung jawab langsung Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial melalui Direktorat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial Republik Indonesia.