Panti Sosial Bina Remaja mempunyai tugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat, promotif dalam bentuk bimbingan pengetahuan dasar, pendidikan, fisik, mental, sosial, pelatihan ketrampilan, resosialisasi bimbingan lanjut bagi anak terlantar, putus sekolah agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupanbermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan dan rujukan. (Kepmensos RI No 106/HUK/2009 Pasal 22).

Panti Sosial Bina Remaja Naibonat (PSBR) Naibonat adalah salah satu unit pelaksanaan teknis (UPT) di lingkungan Kementrian Sosial RI, yang secara fungsional bertugas memberikan bimbingan pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap anak terlantar putus sekolah yang berada di wilayah Indonesia bagian Timur yang meliputi Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), NTB, Bali, Maluku dan Irian jaya/Papua. Pelayanan rehabilitasi sosial remaja adalah proses/bantuan pertolongan yang dilakukan secara terarah, terencana dan sistematis kepada remaja yang menjamin dirinya berkemampuan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai atas dasar professionalisme.

Pelayanan tersebut mencakup bimbingan sosial, psikososial, mental, fisik dan bimbingan keterampilan yang di laksanakan dalam waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan masalah. Remaja,adalah setiap warga Negara Indonesia laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15 s/d 18 tahun karena faktor tertentu mengalami putus sekolah SD,SLTP,SLTA dan terlantar. Anak Terlantar, adalah anak yang berusia antara 15 s/d dibawah 18 tahun yang karena sebab tertentu karena beberapa kemungkinan miskin/tidak mampu, salah seorang dari orangtuanya/wali pengampu sakit, salah seorang/kedua orangtuanya/wali pengampu atau pengasuh meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengampu/pengasuh, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar, baik secara jasmani, rohani maupun sosial.

Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Naibonat memberikan pelayanan bimbingan fisik, mental, sosial dan ketrampilan bagi remaja putus sekolah terlantar secara profesional yang memungkinkan terwujudnya kemampuan dan kemandirian serta dapat berkembang secara wajar dalam masyarakat serta terhindarnya dari berbagai kemungkinan timbulnya masalah sosial yang baru, sehingga mereka dapat turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan.