Dibangun tahun 1982 melalui Proyek Bantuan & Pengentasan ANKN Kanwil Departemen Sosial Provinsi Jawa Tengah dengan nama Sasana Rehabilitasi Anak Nakal (SRAN) "Among Putro" dan diresmikan olah Menteri Sosial Sapardjo pada tanggal 30 April 1982 dan mulai operasional bulan Agustus 1982. Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial R.I. No. 6/HUK/1994, tanggal 5 Februari 1994 berganti nama menjadi PSMP "Antasena" Magelang. Berdasarkan KepMenSos No. 22 Tahun 1995, PSMP "Antasena" Magelang meningkat statusnya dari tipe C menjadi tipe A.

Sejak tanggal 1 juni 2000 status PSMP "Antasena" Magelang beralih dari UPT Kantor Wilayah Departemen Sosial Jawa Tengah menjadi UPT Badan Kesejahteraan Sosial Nasional (BKSN).

Pada tanggal 1 Juli 2001 beralih menjadi UPT Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia. Sejalan dengan KepMenSos No. 6/HUK/2001 tanggal 26 Oktober 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Sosial, ststus PSMP "Antasena" Magelang beralih menjadi UPT Kementrian Sosial Republik Indonesia dan pada tahun 2004 meningkat eselonnya dari eselon IIIb menjadi IIIa, sesuai dengan KepMenSos No. 59/HUK/2003.Sehubungan dengan disahkannya Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden No. 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan sesuai Surat dari Sekretaris Jenderal No. 1502/SJ-Orpeg/XII/2009 tanggal 30 Desember 2009, Departemen Sosial berganti nama menjadi Kementerian Sosial.

TUGAS POKOK

Memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat prefentif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut bagi anak berhadapan hukum agar mampu menjalankan tugas perkembangannya secara wajar, mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan dan rujukan bagi anak berhadapan hukum.

 

FUNGSI

  1. Penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan.
  2. Pelaksanaan registrasi, observasi, identifikasi, diagnosa sosial dan perawatan.
  3. Pelaksanaan layanan dan rehabilitasi yang meliputi bimbingan mental,sosial,fisik dan keterampilan
  4. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut.
  5. Pelaksanaan pemberian informasi dan Advokasi.
  6. Pelaksanaan pengkajian dan penyiapan standar pelayanan dan rehabilitasi sosial.
  7. Pelaksanaan urusan tata usaha.

 

PROGRAM

  1. Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan Hukum (ABH) Dalam Panti
  2. Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan Hukum (ABH) Luar Panti Berbasiskan Keluarga dan Masyarakat
  3. Pendampingan Sosial Anak yang Berpotensi/ Rawan Menjadi ABH melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
  4. Pendampingan Sosial Anak yane Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA)
  5. Family Support
  6. Shelter Workshop
  7. Pendampingan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)
  8. Tim Reaksi Cepat (TRC)

 

FASILITAS PANTI

Luas Tanah 23.510 m2, dengan luas bangunan 4890,5 m2 terdiri dari:kantor (3 bh),Wisma tamu,Wisma petugas (3bh),Aula,Dapur,Garasi Mobil (2bh),Ruang pendidikan,Ruang keterampilan (komputer,las,pembuatan batako,elektro,jahit,perbengkelan sepeda motor,salon/pangkas rambut,fotografi,gamelan,band,home industri,dekorasi),ruang data,ruang rapat/ruang pertemuan,ruang darma wanita,mushola,workshop,poliklinik,perpustakaan,gardu,ruang case conference,ruang konseling,gedung RPSA/AMPK,gedung barang(2bh),ruang sekretariat KPRS-ABH Provinsi Jawa Tengah & Kabupaten. Penerangan : PLN & Generator. Kendaraan dinas : Kendaraan roda 2 (7bh), kendaraan roda 4(5bh) dan kendaraan roda 6 (2bh). Sarana olah raga & kesenian : lapangan volley, lapangan bulu tangkis, lapangan tenis, lapangan sepak takraw,meja pingpong, lapangan basket,gamelan,band,rebana, matras dsb. Fasilitas lain : field stage theraphy, lapangan upacara, stage theraphy.