• DASAR PEMIKIRAN

    Usia remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam kehidupan seseorang. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri dan menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua anak remaja masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi remaja, tuntutan internal membawa mereka mempunyai keinginan untuk mencari jatidiri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa.

    Garis pemisah antara awal dan akhir masa remaja terletak kira-kira di sekitar tujuh belas tahun; usia dimana rata-rata setiap remaja memasuki sekolah menengah tingkat atas. Ketika remaja duduk di kelas terakhir biasanya orang tua menganggap hampir dewasa dan berada diambang perbatasan untuk memasuki dunia kerja orang dewasa, melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.c

    Salah satu permasalahan yang dihadapi remaja saat ini adalah keinginannya yang tidak dapat melanjutkan sekolah atau putus sekolah. Salah satu penyebab masalah ini adalah ketidak mampuan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya sebagai akibat kondisi sosial ekonomi keluarganya. Selain itu orang tua dan/atau keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya karena alasan tertentu sehingga anak menjadi terlantar.

    Keterlantaran pada anak secara garis besar disebabkan dua faktor yakni (1) faktor ketidaksengajaan atau dengan perkataan lain karena kondisi yang tidak memungkinkan dari orang tua dan atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan anaknya, (2) faktor kesengajaan untuk menelantarkan anaknya karena rendahnya tanggung jawab sebagai orang tua dan/atau keluarga terhadap anaknya.

    Remaja putus sekolah terlantar pada saat ini termasuk salah satu bagain kompoenen masyarakat yang cukup rentan karena dikawatirkan dapat mengakibatkan berbagai permasalahan sosial seperti anak jalanan dan perilaku kriminal. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.

    Sesuai dengan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI jumlah anak terlantar di Indonesia tahun 2004 berjumlah 3.308.642 jiwa sedangkan tahun 2007 turun menjadi 2.367.693 jiwa. Pemerintah sebagai pemegang amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 34, terus berupaya agar penanganan anak terlantar terus dilakukan melalui berbagai program kesejahteraan sosial anak terlantar baik melalui panti maupun non panti. Salah satu program pelayanan sosial bagi mereka yang mengalami putus sekolah adalah melalui Panti Sosial Bina Remaja (PSBR).

    Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) merupakan lembaga Rehabilitasi Sosial yang bertugas memberikan rehabilitasi sosial bagi remaja putus sekolah terlantar secara professional yang memungkinkan terwujudnya kemandirian serta terhindarnya dari berbagai kemungkinan tuimbulnya masalah sosial bagi dirinya. Remaja yang dimaksud disini adalah warga Negara Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berusia 13 s.d. 18 tahun karena faktor tertentu mengalami putus sekolah SD, SLTP dsn SLTA.

    Rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh PSBR merupakan proses bantuan/pertolongan yang dilakukan secara terarah, terencana dan sistematis yang menjamin dirinya berkemampuan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai atas dasar profesionalisme. Pelayanan tersebut mencakup bimbingan sosial, psiko-sosial, mental, fisik dan bimbingan keterampilan yang dilaksanakan dalam waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan masalah yanh dihadapi oleh remaja.

    Salah satu Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI adalah PSBR "Rumbai" Pekanbaru yang juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya terhadap remaja putus sekolah terlantar yang berada diwilayah Propinsi Riau, Jambi dan Sumatera Barat.

  • SEJARAH BERDIRINYA PSBR "RUMBAI" PEKANBARU

    Panti Sosial Bian Remaja (PSBR) "Rumbai" Pekanbaru didirikan pada tahun 1979. Dalam perjalananannya Panti Sosial Bina Remaja "Rumbai" Pekanbaru telah mengalami perubahan nama sebanyak 3 (tiga) kali, yakni diawali pada awal pendirian panti pada bulan Oktober tahun 1979 yang dibangun di atas tanah seluas 20.000 M2 dan diberikan nama Panti Karya Taruna (PKT) yang secara garis komando berada di bawah Kantor Wilayah Dinas Sosial Propinsi Riau dengan sasaran binaan adalah remaja dari keluarga tidak mampu se-Provinsi Riau yang pengrekrutannya dilakukan melalui Karang Taruna, pelayanan diberikan kepada 100 (seratus) remaja setiap tahunnya, dimana dalam 1 (satu) tahun terdiri dari 2 (dua) angkatan, yakni periode Januari � Juni dan Juli � Desember, pada tahun 1986 (enam tahun kemudian) Panti Karya Taruna berubah nama menjadi Panti Penyantunan Anak (PPA) dengan bidang pelayanan Bina Kesejahteraan Sosial, Seksi Bimbingan Kesejahteraan Masyarakat, Sub. Seksi Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Lanjut Usia dan programnya adalah penyantunan anak putus sekolah terlantar dalam panti, kemudian pada tahun 1995 (9 tahun kemudian)

    Panti Penyantunan Anak berubah nama kembali menjadi Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) "Rumbai" Pekanbaru dengan memberikan pelayanan kepada 150 (seratus lima puluh) remaja putus sekolah setiap tahunnya yang dibagi dalam 2 (dua) angkatan. Dan sampai saat ini sudah 58 (lima puluh empat) angkatan dengan jumlah anak yang dibina sebanyak 3.361 (tiga ribu tiga ratus enam puluh satu) orang anak yang penyebarannya sebagaimana terlampir. Pemberian kata "Rumbai" dibelakang PSBR menunjukkan lokasi panti yang berada di wilayah Kecamatan Rumbai.

  • DASAR HUKUM

     

    1. Undang-Undang Dasar Tahun 1945
    2. Undang-Undang Nomor. 6 Tahun 1974, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor. 11 TAHUN 2008 Tentang kesejahteraan Sosial
    3. Undang-Undang Nomor. 4 Tahun 1979, tentang Kesejahteraan Anak
    4. Peraturan Pemerintah Nomor. 2 Tahun 1988, tentang Usaha Kesejahteraan Sosial
    5. Undang-Undang Nomor. 2 Tahun 1989, tentang Pendidikan
    6. Undang-Undang Nomor. 23 Tahun 1990, tentang Kesehatan
    7. Peraturan Pemerintah Nomor. 36 Tahun 1990, tentang Ratifikasi Konvensi Hak-Hak Anak
    8. Pedoman Penyelenggaraan Panti Sosial Bina Remaja Direktorat Bina Pelayanan Sosial Anak Departemen Sosial RI

     

  • TUGAS POKOK DAN FUNGSI PSBR "RUMBAI" PEKANBARU

     

    • TUGAS POKOK

      Melaksanakan pelayanan kepada remaja putus sekolah terlantar dari keluarga tidak mampu agar dapat terwujudnya kemandirian serta terhindar dari berbagai kemungkinan timbulnya masalah sosial bagi dirinya.

    • FUNGSI

       

      1. Penyiapan perumusan kebijakan tekhnis dan pelaksanaannya, penyusunan standarisasi pelayanan, pelayanan dan rehabilitasi remaja putus sekolah, terminasi dan pembinaan lanjut sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku
      2. Pelaksanaan pelayanan remaja putus sekolah terlantar di dalam panti, bimbingan sosial dan bimbingan keterampilan
      3. Pelaksanaan jaringan kerja dan kemitraan
      4. Monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan pelayanan
      5. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
      6. Pelaksanaan tugas lain yang disesuaikan dengan Kementerian Sosial RI

       

    • PENGERTIAN - PENGERTIAN

       

      1. Panti Sosial Bina Remaja adalah lembaga pelayanan sosial profesional yang bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada anak remaja terlantar putus sekolah yang memungkinkan terwujudnya kemandirian serta terhindarnya dari berbagai kemungkinan tumbuhnya masalah sosial bagi dirinya.
      2. Pelayanan sosial anak terlantar adalah proses serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terorganisasi, sistematis, professional terhadap anak terlantar guna terpenuhinya seoptimal mungkin hak anak, untuk kelangsungan hidup tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi.
      3. Anak terlantar adalah anak yang karena suatu sebab orang tuanya tidak mampu melaksanakan kewajibannya sebagaimana layaknya orang tua sehingga kebutuhan anak tidak terpenuhi secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosial
      4. Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak merupakan keluarga inti. Keluarga juga merupakan tempat yang penting dimana anak memperoleh dasar dalam membentuk kemampuannya agar menjadi generasi penerus yang berhasil dimasyarakat
      5. Keluarga asuh adalah sebuah keluarga yang berperan sebagai keluarga pengganti dari anak yang keluarganya tidak dapat menjalankan fungsinya karena mencari nafkah, konflik keluarga, perceraian kemiskinan, keterlantaran maupun berada di daerah konflik atau lainnya.

       

     

  • PROSES PELAYANAN

     

    • SASARAN PELAYANAN

      Sasaran pelayanan adalah remaja putus sekolah pria dan wanita dari keluarga tidak mampu/terlantar baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), maupun Selkolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di wilayah Propinsi Riau, Sumatera Barat dan Jambi (regional) dengan ketentuan sebagai berikut:

       

      1. Persyaratan Umum
        • Remaja Pria dan Wanita, usia antara 13 s/d 18 tahun
        • Putus sekolah dengan batasan tidak tamat SLTA
        • Berasal dari keluarga tidak mampu/terlantar
        • Sehat Jasmani dan Rohani
        • Belum pernah menikah
        • Tidak sedang bekerja
        • Berasal dari Daerah Propinsi Riau, Sumatera Barat dan Jambi
        • Bersedia di asramakan dan mentaati seluruh peraturan panti
      2. Persyaratan Administrasi (Khusus)
        • Fotocopy ijazah terahir 1 lembar
        • Fotocopy KTP (bagi yang berusia 17 tahun ke atas) 1 lembar
        • Fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar
        • Surat keterangan belum menikah dari kepala desa/lurah
        • Surat keterangan kurang mampu dari kepala desa/lurah
        • Surat keterangan berbadan sehat dari puskesmas/Dokter
        • Surat izin dari orang tua/wali
        • Surat pernyataan kesanggupan mengikuti peraturan panti
        • Fas foto ukuran 3 x 4 = 4 lembar, 4 x 6 = 2 lembar

       

    • TUJUAN PELAYANAN

      Tujuan pelayanan yang hendak dicapai di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) "Rumbai" Pekanbaru adalah:

       

      1. Terhindarnya remaja dari berbagai masalah sosial sebagai akibat dari putus sekolah dan terlantar
      2. Terwujudya kemandirian remaja putus sekolah atas dasar kekuatan dan kemampuannya sendiri dalam memilih, menetapkan dan memutuskan cara terhadap berbagai upaya pemecahan masalah yang dihadapi
      3. Terwujudnya kemampuan dan kekuatan remaja daam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki yang memungkinkan dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara mamadai

       

     

  • SYARAT PENERIMA MANFAAT

     

    1. Surat keterangan memerlukan pelayanan pengasuhan alternatif dari Lurah setempat
    2. Surat keterangan sehat dari dokter
    3. Rekomendasi dari Dinas / Instansi yang menagani permasalahan sosial setempat
    4. Surat pindah sekolah dari sekolah asal atau SKHU
    5. Surat kenal lahir / akte ( bagi yang punya )
    6. Kartu Keluarga ( KK )
    7. Menandatangani kesepakatan kontrak pelayanan