LATAR BELAKANG

Panti Sosial Bina Daksa ( PSBD ) Wirajaya Makassar adalah Panti yang menangani para penyandang cacat tubuh di kawasan timur Indonesia, yang sebelumnya bernama Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh ( PRPCT ) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia.

PSBD Wirajaya Makassar mempunyai kapasitas tampung maksimum 120 orang penyandang disabilitas tubuh dari kawasan timur Indonesia meliputi: Sulawesi, Maluku, Irian Jaya (Papua), Nusa Tenggara dan sebagian Kalimantan atau terdiri dari 15 propinsi, 28 kota dan 170 kabupaten.

SEJARAH BERDIRINYA PSBD WIRAJAYA MAKASSAR

Dilatar belakangi oleh banyaknya cacat tubuh korban perang Dunia ke II dan korban keganasan Westerling yang dikenal dengan "Korban 40.000 jiwa" di Sulawesi Selatan.

 

  1. Tahun 1954

    Andi Pangeran Pettarani dan Mr. Tjiang Kok merintis berdirinya perkampungan penderita cacat tubuh terutama bagi korban perang.

  2. Tahun 1957

    Peletakan batu pertama pembangunan perkampungan penderita cacat tubuh korban perang oleh Bapak KASAD Gatot Subroto dan dipimpin oleh DR. England dan sekretarisnya John Ekel.

  3. 11 Desember 1960

    Diresmikan sebagai Rehabilitasi Centrum Ujung Pandang oleh Pangdam XIV Hasanuddin Kolonel M. Yusuf bersama Gubenur Sulawesi Selatan Andi Rivai ( Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI tanggal 25 Agustus 1959 ) yang merupakan cabang Rehabilitasi Centrum Prof. DR. Soeharso Solo.

  4. Tahun 1979

    Dari Lembaga Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh ( LRPCT ) menjadi Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh ( PRPCT ) dengan SK Menteri Sosial RI Nomor : 41/HUK/KEP/XI/1979.

  5. Tahun 1994

    Menjadi Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor : 41/HUK/KEP/XI/1994 tentang pembakuan nama UPT di lingkungan Kementerian Sosial RI.

  6. Tahun 2001

    Berada di lingkungan BKSN kemudian Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.

  7. Tahun 2002

    Menjadi Panti UPT dibawah naungan Kementerian Sosial RI berdasarkan Kepmensos RI. Nomor: 06/HUK/2002 tentang Struktur Organisasi Kementerian Sosial RI. Diperkuat Kepmensos RI. Nomor: 59/HUK/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di lingkungan Kementerian Sosial.

 

VISI DAN MISI PANTI SOSIAL BINA DAKSA WIRAJAYA MAKASSAR

VISI

Menjadikan penyandang Cacat Tubuh PSBD Wirajaya Makassar yang berkualitas dan memiliki sikap percaya diri yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

MISI

 

  1. Memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang profesional bagi penyandang cacat tubuh.
  2. Memberikan pelayanan kepada penyandang cacat tubuh dalam menguasai IPTEK dan IMTAQ.
  3. Melaksanakan pengkajian dan pengembangan rehabilitasi sosial.

 

TUGAS DAN FUNGSI PANTI SOSIAL BINA DAKSA WIRAJAYA MAKASSAR

 

  • Tugas Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar

    Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar mempunyai tugas memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang meliputi : Bimbingan fisik, Mental, Sosial, Pelatihan Keterampilan dan Resosialisasi serta Bimbingan lanjut bagi penyandang cacat tubuh yang telah selesai masa rehabilitasinya agar mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Fungsi Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar

     

    1. Sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat tubuh.
    2. Sebagai tempat pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tubuh.
    3. Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ( laboratorium ) dalam hal penanganan / intervensi.
    4. Sebagai pusat informasi dan advokasi sosial.
    5. Sebagai tempat rujukan.

     

 

TAHAPAN / PROSES PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL

 

  • Pendekatan Awal meliputi:

     

    1. Konsultasi
    2. Orientasi
    3. Motivasi
    4. Seleksi

     

  • Penerimaan meliputi:

     

    1. Registrasi
    2. Identifikasi
    3. Orientasi Pengenalan Panti ( OPP )

     

  • Penelaahan dan pengungkapan masalah ( Asessment ) meliputi:

     

    1. Pemeriksaan aspek fisik
    2. Pemeriksaan aspek mental Psikologis
    3. Pemeriksaan dan wawancara aspek sosial
    4. Pemeriksaan dan pengetesan aspek Vokasional

     

  • Penempatan kedalam program

    Menempatkan klien didalam program / keterampilan berdasarkan hasil assesment yang ditindaklanjuti dalam forum Case Conference ( CC ).

    Pelaksanaan pelayanan ( bimbingan )

     

    1. Bimbingan fisik dan mental mencakup:

       

      • Bimbingan pemeliharaan kesehatan diri dan lingkunganc
      • Olahraga / Senam
      • Bimbingan agama dan budi pekerti
      • Bimbingan mental psikologis ( konseling )

       

    2. Bimbingan Sosial terdiri dari:

       

      • Kepramukaan
      • K e s e n i a n
      • R e k r e a s i

       

    3. Bimbingan keterampilan kerja terdiri dari:

       

      • Keterampilan Penjahitan Pakaian Pria
      • Keterampilan Penjahitan Pakaian Wanita
      • Keterampilan Tatarias
      • Keterampilan Elektronika
      • Keterampilan Otomotif
      • Keterampilan Percetakan / Sablon
      • Keterampilan Fotografi
      • Keterampilan Meubelair ( Pertukangan Kayu )

       

    4. Bimbingan Resosialisasi

       

      • Bimbingan kesiapan keluarga dan masyarakat
      • Bimbingan kerja / usaha dalam bentuk PBK di perusahaan
      • Bimbingan kewiraswastaan
      • Kunjungan ke perusahaan dan instansi terkait
      • Penempatan kerja / penyaluran yakni pengembalian klien ke daerah asal / instansi pengirim

       

    5. Bimbingan Lanjut

      Kegiatan ini merupakan bimbingan pengembangan dan pemantapan kerja / usaha bagi klien yang dilaksanakan setelah klien di kembalikan kedaerahnya. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan kerja / usaha eks klien Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar.

    6. T e r m i n a s i

      Yaitu pemutusan hubungan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan setelah 2 ( dua ) tahun masa bimbingan lanjut dan eks klien dianggap sudah bisa mandiri.