Permasalahan narkotika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan salah satu isu yang terus berkembang. Peredaran dan penggunaan narkotika yang semakin masif mendapat perhatian yang besar dari pemerintah hingga ditetapkannya status darurat narkoba oleh Presiden Republik Indonesia. Berbagai program dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk menangani permasalahan NAPZA. Adapun upaya yang dilakukan meliputi pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 54 tentang Narkoba dan Peraturan Bersama 7 Kementerian/ Lembaga, menempatkan Kementerian Sosial sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Hal tersebut dilakukan melalui Institusi Penerima Wajiba Lapor (IPWL) milik pemerintah maupun IPWL yang didirikan oleh masyarakat. Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) NAPZA Satria Di Baturraden merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI yang memiliki tugas untuk melaksanakan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA, khususnya untuk usia anak dan remaja. Rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA merupakan bagian dari pemulihan dan salah satu wujud dari upaya perlindungan sosial. Melalui layanan rehabilitasi sosial, korban penyalahgunaan NAPZA memperoleh kesempatan untuk kembali melanjutkan hidup seperti sediakala. Selain itu juga diharapkan dapat melaksanakan keberfungsian sosialnya yaitu dapat memenuhi kebutuhan, memecahkan masalah, serta kemampuan dalam melaksanakan peran sosialnya. Visi :Mewujudkan Lembaga Yang Unggul Dalam Rehabilitasi Sosial Bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA. Misi :1. Melakukan rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA secara profesional dan terpadu agar fungsi sosialnya berkembang dan pulih dari ketergantungan zat 2. Memberikan informasi, edukasi, dan konsultasi tentang rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA. 3. Meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga/ masyarakat dalam mendukung pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA. 4. Mengembangkan dan meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait dalam penanganan korban penyalahgunaan NAPZA. 5. Meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi secara berkesinambungan. Kedudukan : Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA "Satria"Di Baturraden merupakan unit pelaksana teknis di bidang Rehabilitasi Sosial untuk menangani korban penyalahgunaan NAPZA yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, dan pembinaan secara teknis fungsional dilaksanakan oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA. Tugas Pokok dan Fungsi: BRSKP NAPZA "SATRIA" Di Baturraden mempunyai Tugas melaksanakan rehabilitasi sosial kepada korban penyalahgunaan NAPZA dan menyelenggarakan Fungsi :Menyusun rencana program, evaluasi dan pelaporan. pelaksanaan registrasi dan asesmen korban penyalahgunaan NAPZA. pelaksanaan advokasi sosial. Pelaksanaan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran, dan bimbingan lanjut Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan terminasi korban penyalahgunaan NAPZA. Pemetaan data dan informasi korban penyalahgunaan NAPZA. Pelaksanaan urusan tata usaha.