Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang bergerak di bidang penanggulangan penyalahgunaan NAPZA khususnya dalam bidang rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA yang semakin meningkat jumlah dan cakupannya memperlihatkan adanya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika. Salah satu tujuan IPWL adalah untuk memenuhi hak pecandu narkotika dalam mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Oleh karena itu, IPWL dituntut untuk terus menerus meningkatkan kualitas kemanfaatan pelayanannya agar ke depan dapat menjadi bagian dari solusi strategis pemecahan masalah yang dialami para korban penyalahgunaan NAPZA. Pada posisi peran seperti itu IPWL mampu menyediakan banyak sumber, baik sumber pengetahuan, keterampilan, maupun sumber lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan sosial maupun ekonomi, khususnya kebutuhan kelompok warga negara miskin, rentan dan marjinal. Salah satu upaya Kementerian Sosial untuk mewujudkan harapan IPWL sebagai resources-based adalah melalui penyelenggaraan kegiatan Usaha Ekonomi Produktif bagi korban penyalahgunaan NAPZA

  1. Tujuan

    1. Dalam rangka menunjang pelayanan rehabilitasi sosial dan kemandirian korban NAPZA.
    2. Pengembangan dan tempat keterampilan / vokasional bagi Korban NAPZA.

  2. Pelaksanaan Kegiatan

    Dit. RSKP NAPZA mentransfer ke rekening IPWL berdasarkan SK PPK mengetahui Dit. RSKP NAPZA dengan besaran bantuan sesuai dengan pengajuan proposal dan bentuk rehabilitasi sosialnya : motivasi dan diagnosis psikososial; Bimbingan sosial; Bimbingan resosialisasi; bimbingan sosial dan konseling psikososial; Bimbingan mental spiritual; Pelayanan keterampilan/vokasional; dan Bimbingan Lanjut, selain itu IPWL yang bersangkutan memulai pelaksanaan dengan melibatkan pihak-pihak yang tidak hanya "ahli" dan "berpengalaman" dalam bidang ekonomi produktif, tetapi juga memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kualitas hidup para PMKS. Penting pula melibatkan lembaga-lembaga mitra, baik bisnis maupun nirlaba, sebagai wahana bagi penerima manfaat untuk menjalani magang kerja (on the job training/OJT) yang didukung oleh petugas pengendali kualitas (quality control).

  3. Kriteria Penerima Bantuan

    1. IPWL Korban NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi sosial UPT/UPTD/IPWL.
    2. Belum pernah menerima bantuan dari Dit. RSKP NAPZA.

  4. Pendamping Kegiatan

    1. Pengurus IPWL.
    2. Pengelola Administrasi/produksi/pemasaran.
    3. Konsultan kegiatan ekonomi produktif

  5. Indikator Keberhasilan:

    1. Meningkatnya keterampilan korban penyalahgunaan NAPZA dalam hal keterampilan kerja.
    2. Tersedianya akses terhadap lapangan pekerjaan dan peluang untuk wirausaha bagi korban penyalahgunaan Napza pasca rehabilitasi sosial (after care program).
    3. Korban penyalahgunaan NAPZA mendapatkan penghasilan yang dapat menaikan tingkat kesejahteraan sosialnya dalam pendampingan IPWL.