Lembaga Kesejahteraan Sosial di bidang rehabilitasi sosial bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA memiliki peranan penting dalam penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Untuk mengurangi kesulitan pembiayaan dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial di lembaga rehabilitasi sosial milik masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas pelayanan pada Lembaga Kesejahteraan Sosial, dan Pelaksanaan Wajib lapor bagi Pecandu Narkotika serta meningkatkan kemandirian bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA, yang selama ini masih ada lembaga yang belum mempunyai vokasional/keterampilan bagi korban penyalahgunaan, maka untuk menunjang hal tersebut perlu mendapatkan usaha ekonomi produktif bagi korban NAPZA

  1. Tujuan

    1. Menjaga dan memelihara kepulihan dari kecanduan Penyalahgunaan NAPZA;
    2. Meningkatkan kemandirian Korban Penyalahgunaan NAPZA;
    3. Menambah penghasilan melalui UEP;
    4. Meningkatkan UEP agar berkesinambungan dan dapat bersaing secara wajar, sehat, serta profesional;
    5. Mengembangkan UEP sesuai dengan kebutuhan pasar berdasarkan usaha yang dijalankan;

  2. Pelaksanaan Kegiatan

    Dit. RSKP NAPZA mentransfer ke rekening IPWL berdasarkan SK PPK mengetahui Dit. RSKP NAPZA dengan besaran bantuan Rp. 5.000.000/korban NAPZA dan bentuk rehabilitasi sosialnya: motivasi dan diagnosis psikososial; Bimbingan sosial; Bimbingan resosialisasi; bimbingan sosial dan konseling psikososial; Bimbingan mental spiritual; Pelayanan keterampilan/vokasional; dan Bimbingan Lanjut, seterlah mendapatkan bentuk rehabsos selanjutnya pendamping dan korban NAPZA memulai untuk melakukan usahanya.

  3. Kriteria Penerima Bantuan

    1. IPWL Korban NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi sosial UPT/UPTD/IPWL.
    2. Belum pernah menerima bantuan dari Dit. RSKP NAPZA.

  4. Pendamping Kegiatan

    1. Pria/wanita
    2. Memiliki komitmen dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA.
    3. Mampu menjaga komitmen untuk bekerja sebagai pendamping.
    4. Memiliki pengetahuan tentang adiksi
    5. Mampu berkomunikasi secara efektif
    6. Mampu melakukan wawancara, observasi dan konseling
    7. Mampu menjalin kerjasama dengan jejaring dan mitra kerja
    8. Memiliki keterampilan membuat pencatatan dan pelaporan

  5. Indikator Keberhasilan:

    1. Terpeliharanya kepulihan korban penyalahgunaan NAPZA
    2. Meningkatnya kualitas hidup korban penyalahgunaan NAPZA
    3. Terpenuhinya kebutuhan pengembangan usaha ekonomi produktif
    4. Meningkatnya penghasilan dari UEP
    5. Terlaksananya tertib administrasi penggunaan UEP yang meliputi keuangan, peralatan, dan bahan secara baik dan benar.