1. Tujuan

    1. Tersedianya rumah yang layak untuk tempat tinggal lanjut usia,
    2. Adanya tempat tinggal yang aman dan nyaman serta akses bagi lanjut usia,
    3. Meningkatnya rasa aman, nyaman dan tenteram bagi lanjut usia dan bahagia dikalangan lanjut usia penerima bantuan,
    4. Tersedianya lingkungan yang bersih, sehat yang memungkinkan lanjut usia hidup secara layak,
    5. Menumbuh kembangkan kepedulian masyarakat turut serta dalam penyediaan salah satu kebutuhan dasar.

  2. Pelaksanaan Kegiatan

    1. Aktivitas yang dilakukan mentransfer uang melalui Rekening LKS untuk kemudian disalurkan sepenuhnya dalam bentuk bahan bangunan kepada lansia yang memiliki rumah tidak layak huni (APBN).
    2. Besar bantuan yang diterima oleh lansia Rp 10.000.000,-
    3. Bentuk rehabilitasi sosial pada program bedah rumah bagi lansia terlantar adalah; Motivasi dan diagnosis psikososial; Bimbingan fisik; Pelayanan aksesibilitas; Bantuan dan asistensi sosial; Bimbingan lanjut; dan/atau Rujukan.

  3. Kriteria Penerima Bantuan

    1. Usia minimal 60 tahun,
    2. Identitas pemohon (KTP/KK) dan atau surat keterangan domisili,
    3. Surat keterangan tidak mampu dari Desa/Kelurahan,
    4. Status kepemilikan rumah dan tanah sendiri/surat keterangan dari Desa/Kelurahan setempat dan tidak dalam sengketa,
    5. Dinding dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak/ lapuk seperti papan yang sudah lapuk, gedek atau bambu yang dianyam sehingga membahayakan penghuninya,
    6. Lantai rumah dari tanah atau pelur tapi dalam kondisi rusak,
    7. Rumah yang memiliki/tidak memiliki fasilitas kamar ataupun MCK yang tidak layak,
    8. Adanya kesiapan masyarakat setempat melalui kepala desa untuk melaksanakan kegiatan bedah rumah dengan gotong royong,
    9. Kondisi rumah tidak permanen, rusak, rawan roboh.

  4. Pendamping Kegiatan

    Pendamping kegiatan dapat dilakukan oleh PNS di Dinas Sosial Kabupaten/Kota, pekerja sosial masyarakat, TAGANA, dan unsur masyarakat lainnya.

  5. Indikator Keberhasilan

    Indikator keberhasilan adalah presentase lansia yang memiliki rumah layak huni untuk tempat tinggal dengan indicator dinding rumah berpapan/semen, lantai rumah beralas/pelur bukan tanah, adanya tempat MCK, atap rumah tidak bocor.