Berikut adalah jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada tuna sosial:

  1. Tuna Susila

    Definisi:
    Tuna Susila adalah seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan sesama atau lawan jenis secara berulang-ulang dan bergantian diluar perkawinan yang sah dengan tujuan mendapatkan imbalan uang, materi atau jasa.

    Kriteria:

    • a. menjajakan diri di tempat umum, di lokasi atau tempat pelacuran seperti rumah bordil, dan tempat terselubung seperti warung remang- remang, hotel, mall dan diskotek; dan
    • b. memperoleh imbalan uang, materi atau jasa.

  2. Gelandangan

    Definisi:
    Gelandangan adalah orang-orang yang hidup dalam keadaan yang tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, serta tidak mempunyai pencaharian dan tempat tinggal yang tetap serta mengembara di tempat umum.

    Kriteria:

    • a. tanpa Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    • b. tanpa tempat tinggal yang pasti/tetap;
    • c. tanpa penghasilan yang tetap; dan
    • d. tanpa rencana hari depan anak-anaknya maupun dirinya.

  3. Pengemis

    Definisi:
    Pengemis adalah orang-orang yang mendapat penghasilan meminta-minta ditempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain.

    Kriteria:

    • a. mata pencariannya tergantung pada belas kasihan orang lain;
    • b. berpakaian kumuh dan compang camping;
    • c. berada ditempat-tempat ramai/strategis; dan
    • d. memperalat sesama untuk merangsang belas kasihan orang lain.

  4. Pemulung

    Definisi:
    Pemulung adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan cara memungut dan mengumpulkan barang-barang bekas yang berada di berbagai tempat pemukiman pendudukan, pertokoan dan/atau pasar- pasar yang bermaksud untuk didaur ulang atau dijual kembali, sehingga memiliki nilai ekonomis.

    Kriteria:

    • a. tidak mempunyai pekerjaan tetap; dan
    • b. mengumpulkan barang bekas.

  5. Kelompok Minoritas

    Definisi:
    Kelompok Minoritas adalah kelompok yang mengalami gangguan keberfungsian sosialnya akibat diskriminasi dan marginalisasi yang diterimanya sehingga karena keterbatasannya menyebabkan dirinya rentan mengalami masalah sosial, seperti gay, waria, dan lesbian.

    Kriteria:

    • a. gangguan keberfungsian sosial;
    • b. diskriminasi;
    • c. marginalisasi; dan
    • d. berperilaku seks menyimpang.

  6. Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP)

    Definisi:
    Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP) adalah seseorang yang telah selesai menjalani masa pidananya sesuai dengan keputusan pengadilan dan mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri kembali dalam kehidupan masyarakat, sehingga mendapat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan atau melaksanakan kehidupannya secara normal.

    Kriteria:

    • a. seseorang (laki-laki/perempuan) berusia diatas 18 (delapan belas) tahun;
    • b. telah selesai dan keluar dari lembaga pemasyarakatan karena masalah pidana;
    • c. kurang diterima/dijauhi atau diabaikan oleh keluarga dan masyarakat;
    • d. sulit mendapatkan pekerjaan yang tetap; dan
    • e. berperan sebagai kepala keluarga/pencari nafkah utama keluarga yang tidak dapat melaksanakan tugas dan fungsinya.

  7. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

    Definisi:
    Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS dan membutuhkan pelayanan sosial, perawatan kesehatan, dukungan dan pengobatan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal.

    Kriteria:

    • a. seseorang (laki-laki/perempuan) berusia diatas 18 (delapan belas) tahun; dan
    • b. telah terinfeksi HIV/AIDS.

  8. Korban trafficking

    Definisi:
    Korban trafficking adalah seseorang yang mengalami penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi dan/atau sosial yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang.

    Kriteria:

    • a. mengalami tindak kekerasan;
    • b. mengalami eksploitasi seksual;
    • c. mengalami penelantaran;
    • d. mengalami pengusiran (deportasi); dan
    • e. ketidakmampuan menyesuaikan diri di tempat kerja baru (negara tempat bekerja) sehingga mengakibatkan fungsi sosialnya terganggu.

  9. Korban tindak kekerasan

    Definisi:
    Korban tindak kekerasan adalah orang baik individu, keluarga, kelompok maupun kesatuan masyarakat tertentu yang mengalami tindak kekerasan, baik sebagai akibat perlakuan salah, eksploitasi, diskriminasi, bentuk-bentuk kekerasan lainnya ataupun dengan membiarkan orang berada dalam situasi berbahaya sehingga menyebabkan fungsi sosialnya terganggu.

    Kriteria:

    • a. mengalami perlakuan salah;
    • b. mengalami penelantaran;
    • c. mengalami tindakan eksploitasi;
    • d. mengalami perlakuan diskriminasi; dan
    • e. dibiarkan dalam situasi berbahaya.

  10. Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS)

    Definisi:
    Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS) adalah pekerja migran internal dan lintas negara yang mengalami masalah sosial, baik dalam bentuk tindak kekerasan, penelantaran, mengalami musibah (faktor alam dan sosial) maupun mengalami disharmoni sosial karena ketidakmampuan menyesuaikan diri di negara tempat bekerja sehingga mengakibatkan fungsi sosialnya terganggu.

    Kriteria:

    • a. pekerja migran domestik;
    • b. pekerja migran lintas negara;
    • c. eks pekerja migran domestik dan lintas negara;
    • d. eks pekerja migran domestik dan lintas negara yang sakit, cacat dan meninggal dunia;
    • e. pekerja migran tidak berdokumen (undocument);
    • f. pekerja migran miskin;
    • g. mengalami masalah sosial dalam bentuk :
      1. 1) tindak kekerasan;
      2. 2) eksploitasi;
      3. 3) penelantaran;
      4. 4) pengusiran (deportasi);
      5. 5) ketidakmampuan menyesuaikan diri di tempat kerja baru (negara tempat bekerja) sehingga mengakibatkan fungsi sosialnya terganggu; dan
      6. 6) mengalami traffiking.

  11. Korban bencana alam

    Definisi:
    Korban bencana alam adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor terganggu fungsi sosialnya.

    Kriteria:
    Seseorang atau sekelompok orang yang mengalami:

    • a. korban terluka atau meninggal;
    • b. kerugian harta benda;
    • c. dampak psikologis; dan
    • d. terganggu dalam melaksanakan fungsi sosialnya.

  12. Korban bencana sosial

    Definisi:
    Korban bencana sosial adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.

    Kriteria:
    Seseorang atau sekelompok orang yang mengalami:

    • a. korban jiwa manusia;
    • b. kerugian harta benda; dan
    • c. dampak psikologis.

  13. Perempuan rawan sosial ekonomi

    Definisi:
    Perempuan rawan sosial ekonomi adalah seorang perempuan dewasa menikah, belum menikah atau janda dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

    Kriteria:

    • a. perempuan berusia 18 (delapan belas) tahun sampai dengan 59 (lima puluh sembilan) tahun;
    • b. istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan;
    • c. menjadi pencari nafkah utama keluarga; dan
    • d. berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup layak.

  14. Fakir Miskin

    Definisi:
    Fakir Miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber mata pencarian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan/atau keluarganya.

    Kriteria:

    • a. tidak mempunyai sumber mata pencaharian; dan/atau
    • b. mempunyai sumber mata pencarian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan/ atau keluarganya.

  15. Keluarga bermasalah sosial psikologis

    Definisi:
    Keluarga bermasalah sosial psikologis adalah keluarga yang hubungan antar anggota keluarganya terutama antara suami-istri, orang tua dengan anak kurang serasi, sehingga tugas-tugas dan fungsi keluarga tidak dapat berjalan dengan wajar.

    Kriteria:

    • a. suami atau istri sering tidak saling memperhatikan atau anggota keluarga kurang berkomunikasi;
    • b. suami dan istri sering bertengkar, hidup sendiri-sendiri walaupun masih dalam ikatan keluarga;
    • c. hubungan dengan tetangga kurang baik, sering bertengkar tidak mau bergaul/berkomunikasi; dan
    • d. kebutuhan anak baik jasmani, rohani maupun sosial kurang terpenuhi.

  16. Komunitas Adat Terpencil

    Definisi:
    Komunitas Adat Terpencil adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial ekonomi, maupun politik.

    Kriteria:

    • a. berbentuk komunitas relatif kecil, tertutup dan homogen;
    • b. pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan;
    • c. pada umumnya terpencil secara geografis dan relatif sulit dijangkau;
    • d. pada umumnya masih hidup dengan sistem ekonomi subsistem;
    • e. peralatan dan teknologinya sederhana;
    • f. ketergantungan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam setempat relatif tinggi; dan
    • g. terbatasnya akses pelayanan sosial ekonomi dan politik.